Wisata Religi Situ Panjalu Ciamis

Situ Panjalu Atau Situ Lengkong Panjalu Merupakan Sebuah Danau Seluas 57,95 Hektar Yang Berada di Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Indonesia.

Pada awal Maret 2004 lalu, Desa Panjalu di tetapkan menjadi salah satu kawasan objek wisata oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hal itu merupakan apresiasi pemerintah terhadap daerah berpotensi dan keturutsertaan pemerintah menjaga kebudayaan suatu daerah. Situ panjalu merupakan salah satu Kawasan Objek Wisata Religi yang di padukan dengan kawasan cagar alam dan pemandangan yang asri. Selain itu, adanya adanya pulau di tengah danau atau masarakat panjalu menyebutnya ( Nusa ) dan salah satu adat kebudayaan seperti Upcara Nyangku di kawasan ini menjadi salah satu Daya tarik tersendiri untuk para pengunjung.
Gerbang masuk Situ Panjalu Ciamis
Gerbang Masuk Kawasan Wisata Situ Panjalu

Ringkasan Sejarah Keberadaan Situ Lengkong Panjalu.

Menurut cerita sejarah panjalu, sekitar abad ke VII salah satu leluhur daerah panjalu bernama Prabu Sanghyang Borosngora yaitu putra dari Raja Panjalu yakni Prabu Sanghyang Cakra Dewa berkelana dengan tujuan untuk mencari ilmu pengetahuan yang sempurna dan bermanfaat untuk orang banyak atau rakyatnya, sehingga sampailah di suatu tempat yang cukup gersang dan penuh dengan bebatuan. ternyata tanah yang di injaknya itu adalah tanah suci mekah. disanalah beliau belajar dan beroleh ilmu sejati yakni islam yaitu ilmu yang membawa keselamatan dunia dan akhirat. stelah Prabu Sanghyang Borosngora menguasai ilmu tersebut dengan sempurna, beliau pulang kembali ke panjalu dengan membawa oleh oleh dari gurunya yakni Baginda Ali r,a. sahabat Nabi besar kita Muhammad SAW. Oleh oleh tersebut berupa pakaian kehajian ( pakaian kesultanan pada masa itu ), serta air zam zam yang dibawanya pada sebuah gayung yang permukaanya bolong bolong pemberian ayahnya Prabu Sanghyang Cakra Dewa. Dengan izin yang maha kuasa, ia dapat membawa air zm zam tersebut ketempat asal beliau yakni panjalu. setibanya di panjalu di tumpahkanya air zam zam tersebut di sebuah tempat yakni Pasir Jambu. dengan izin Allah swt, air zam zam tersebut kemudian bertambah banyak dan berubah menjadi sebuah danau yag kita kenal yakni Situ Lengkong Panjalu. Ditengah danau terdapat sebuah pulau kecil yang di beri nama Nusa Gede, dan hingga kini diyakini bahwa situ panjalu terjadi karna tumpahan air zam zam yang di bawa Prabu Sanghyang Borosngora.

Warisan Budaya Upacara Adat NYANGKU Di Panjalu.

Di kawasan wisata Situ lengkong Panjalu ini memiliki sebuah tradisi yang hingga kini masih selalu di jaga oleh masarakat panjalu yakni Upacara Adat Nyanku.
nyangku di Situ Panjalu Ciamis
Prosesi Adat Nyangku
Upacara Adat Nyangku adalah suatu rangkaian prosesi adat penyucian benda benda pusaka peninggalan  Prabu Sanghyang Borosngora dan para Raja serta Bupati kerajaan panjalu yang tersimpan dan terjaga rapi di pesucian Bumi alit. Kata Nyangku ini memiliki arti luas yaitu "Nyaangan Laku" ( menerangi perilaku ). Kalimat pendek itu di Manifeskan masarakat panjalu dalam sebuah upacara adat yang sakral dan unik.

Upacara Adat Nyangku ini biasanya di adakan setiap satu tahun sekali, tepatnya pada bulan Maulud dalam kalender islam pada hari senin atau hari kamis di akhir bulan Maulud. Pada prosesi ini, benda benda pusaka itu di keluarkan dari tempat penyimpananya lalu di kirabkan menuju Nusa Larang situ lengkong panjalu. Sesampainya di Nusa Larang, arak arakan berhenti untuk menbacakan do'a. setelah iu bebda pusaka itu di arak kembali dengan sangat hati hati ke tempat upacara dengan diiringi tetabuhan Gembyung dan teriakan Solawat. 

Puncak acara ritual ini dan sekaligus paling dinantikan para pengunjung yakni membersihkan benda pusaka dengan air yang di ambil dari 9 mata air yang berbeda dan di ambil dari daerah berbeda pula. dimulai dari pedang Prabu sanghyang borosngora dan di lanjutkan dengan pusaka lainya.proses pencucian benda pusaka dilakukan di atas  panggung bambu yang di buat husus untuk mencuci benda pusaka.
Pusaka Peninggalan Kerajaan Panjalu
Pusaka Peninggalan Kerajaan Panjalu
Pada tahap akhir setelah benda pusaka di cuci dan di olesi miyak kelapa asli yang di buat husus untuk ritual ini, kemudian di bungkus kembali dengan cara melilitkan janur atau daun kelapa muda kemudian di bungkus kembali dengan 7 lapis kain putih dan di ikat dengan kain putih, setelah itu dilanjut dengan mengeringkan benda pusaka dengan asap kemenyan dan di arak kembali untuk di simpan ke tempat penyimpanannya yakni Bumi Aliit.

Tradisi Nyanku ini konon telah dilaksanakan sejak jaman pemerintahan Prabu Sanghyang Borosngora di kerajaan panjalu. Sang Prabu menjadikan prosesi ini sebagai salah satu Syiar Islam bagi rakyat panjalu dan sekitarnya.
Berperahu di Situ Panjalu Ciamis
Berlayar Di Situ Panjalu
Selain Wisata Religi dan Tradisi adat atau Budaya yang sangat unik, di Kawasan Wisata Situ Panjalu juga trdapat sarana hiburan keluarga seperti Berperahu mengelilingi Pulau kecil di tengah danau, belanja aneka kerajinan tangan dan mencicipi makanan Khas Panjalu. Jadi buat anda yang hobi Traveling atau jalan jalan, jangan lupa sempatkan mampir ke Kawasan Wisata Situ Lengkon Panjalu.


5 komentar

Posting Komentar