Budaya Tersembunyi Di Batulawang

Batulawang Merupakan Salah Satu Desa di Kecamatan Pataruman Kota Banjar Jawa Barat. dan merupakan Desa terluar di bagian selatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ciamis Jawa Barat.

perbatasan ciamis di batulawang
Salah Satu Perbatasan Di Daerah Batulawang

Salah satu yang menarik dari Desa ini yaitu adanya sebuah kebudayaan atau tradisi masarakat sunda buhun yang masih terjaga dan di lestarikan oleh masarakat di desa Batulawang. Kebudayaan tersebut di beri nama NGABUNGBANG atau UPACARA NGABUNGBANG.

NGABUNGBANG adalah kebiasaan orang orang suku sunda buhun untuk beraktifitas di malam hari di bawah sinar bulan, kata Ngabungbang itu sendiri memiliki arti ( cicing diluar wangunan bari teu sare sapeuting jeput ) dalam bahasa Sunda. Ngabungbang inipun merupakan salah satu kebudayaan Sunda yang hampir musnah atau ditelan peradaban moderen, dan yang lebih miris lagi, gak banyak orang sunda yang tau kebudayaan ini.

Menyikapi hal tersebut, maka setiap satu tahun sekali hususnya di desa batulawang selalu di adakan upacara Ngabungbang. prosesi upacara ini meliputi persiapan dan pelaksanaan. Proses persiapan diantaranya damel obor atau damar, damel beleketebe, dan damel sajen. Sedangkan pelaksanaan ritual meliputi seja ujukan yang terdiri dari dua macam do'a yakni Tawasul dan pamitan lalu deteruskan dengan ijab qabul, menyalakan damar sewu, menyambut gegeden, ritual seremonial, ritual do'a dan ditutup dengan pagelaran tarian buhun Ronggeng Gunung.

Dalam acara ini, berbagai pagelaran seni tradisional pun selalu meramaikan dan memeriahkan upacara Ngabungbang, seperti  pagelaran calung has sunda, pencak silat, gondang dan prosesi lain yang beraroma adat tradisional masarakat sunda. Ngabungbang pada masarakat desa batulawang ini memadukan antara unsur religius yaitu islam, dan unsur kebudayaan lokal.

Menurut Ki Demang Wangsyafudin SH, atau biasa di panggil Ki Demang  yaitu salah seorang pelestari kebudayaan Ngabungbang di Batulawang mengatakan, Ngabungbang ini merupakan kebudayaan sunda yang harus terus kita jaga dan di lestarikan supaya kelak anak cucu kita masih dapat merasakan, menyak sikan dan mengagumi indahnya kebudayaan has dari tanah pasundan.

Kunjungi pula :

2 komentar

Posting Komentar